Rabu, 22 Juni 2016

Langkah 1 – Bikin Self-Hosted WordPress Blog


Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mendaftar untuk sebuah hosting plan (hard drive space dalam website), domain name (custom web address seperti www.pergidulu.com, www.jalan2liburan.com, dll) dan install WordPress. Kami merekomendasikan langkah-langkah ini dilakukan melalui Bluehost karena mereka adalah hosting provider untuk WordPress yang terbesar dan paling bisa diandalkan saat ini. Interserver juga bagus, tapi cek dulu, siapa tahu lagi ada special deal. Kami sudah menuliskan panduan step-by-step cara mendaftar ke Bluehost and membuat self-hosted wordpress blog di sini. Pastikan kamu sudah mengikuti panduan tersebut sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya! (if you’re wondering what the difference between blogspot, wordpress.com and wordpress.org (self-hosted wordpress) is, we’ve also written about that).

Langkah 2 – Export dari Blogspot

Kalau kamu sudah punya domain name sendiri, web hosting dan wordpress yang diinstal dari Bluehost, sekarang saatnya memindahkan postingan-postingan lama dari Blogspot ke blog wordpress yang baru. Login ke dashboard blogspot dan pilih settings –> other, dan di bawah Blog Tools klik Export Blog.Export dari Blogspot
Sebuah box akan muncul dan meminta kamu untuk mendownload blog kamu — simpan file ini di komputer kamu. File tersebut berisi semua postingan blog kamu dalam format yang mudah dibaca oleh komputer, bentuknya file XML.

Langkah 3 – Import ke Blog WordPress yang baru

Login ke  situs wordpress kamu seperti biasa. Kalau kamu lupa bagaimana caranya, layar login kamu akan muncul dengan alamat seperti ini –> www.contoh.com/wp-admin/
Di sisi kiri layar, klik tools –> import kemudian klik Blogger. Klik tombol Install. Tahap ini akan memulai pemasangan plugin yang akan mengimpor postingan-postingan kamu. Import ke WordPress dari Blogspot
Setelah plugin terpasang, klik Activate Plugin dan Run Importer. Sebuah layar baru akan muncul dan meminta kamu untuk mengupload sebuah file XML.
File yang diminta adalah file yang tadi kita download dari blogspot di Langkah ke-2. Cukup klik tombol Choose File untuk upload file XML kamu. Terakhir, klik tombol Upload File dan Import untuk memulai proses impor blog.
Setelah semua postingan blog diimpor, wordpress akan menanyakan author mana yang akan dicantumkan di masing-masing postingan. Kamu bisa mencantumkan author yang sudah ada di wordpress ataupun membuat author yang baru lagi. Kami merekomendasikan untuk memilih author yang sudah ada — kamu!
Sekarang kamu sudah berhasil mentransfer semua postingan blog kamu dari Blogspot ke wordpress! Kamu bahkan bisa mengecek semua postingan dengan cara mengetik alamat baru website kamu dan memastikan semua postingannya sudah ada di sana. Kamu bisa berhenti di langkah ini, atau bisa lanjut lagi ke langkah berikutnya untuk memastikan blog lama kamu secara otomatis redirect ke blog baru kamu. Langkah-langkah berikutnya ini diperuntukkan bagi intermediate user.

Langkah 4 – Permalinks

Dalam wordpress kita bisa memilih bagaimana alamat website kita ingin ditampilkan. Kebanyakan orang memilih untuk ditampilkan dengan format seperti ini –> www.contoh.com/my-blog-post/. Namun karena kita baru saja mengimport postingan lama dari Blogspot, sebaiknya kita memastikan bahwa alamat website kita sama seperti format di Blogspot yaitu –> www.contoh.com/2015/11/my-blog-post/wordpress ganti permalinks
Karena itu, kita perlu mengubah permalinks di wordpress melalui option di kolom sebelah kiri layar dan klik settings –> permalinks. Pilih Month and Name kemudian klik save.

Langkah 5 – Redirect dari Blogspot ke WordPress

Sebuah langkah lebih rumit yang kamu bisa lakukan setelah mentransfer semua postingan kami dari Blogspot ke wordpess adalah memastikan semua yang klik ke blog lama kamu otomatis redirect ke blog baru kamu. Langkah ini terdiri dari 2 tahap dan sedikit teknis, tapi kami pikir kebanyakan orang pasti bisa melakukannya!
Pertama-tama, login ke dashboard Blogspot kamu dan klik settings –> template. Scroll ke bagian bawah halaman dan klik revert to classic template. Setelah berganti ke classic template kamu akan melihat sebuah area bernama Edit Template HTML. Kamu perlu mengganti semuanya di area ini dengan kode di bawah ini. Ya, hapus semua kode yang ada di area Edit Template HTML saat ini dan ganti dengan kode di bawah ini. Dengan melakukan ini, kamu memberitahukan kepada Blogspot bahwa kamu tidak mau lagi menampilkan template sebelumnya ke para pembaca — kamu menginginkan supaya secara otomatis akan redirect ke blog WordPress baru kamu.
<html>
 <head>
  <title><$BlogPageTitle$></title>

   <script>
    <MainOrArchivePage>
    window.location.href="http://contoh.com/"
    </MainOrArchivePage>
    <Blogger>
     <ItemPage>
     window.location.href="http://contoh.com/?blogger=<$BlogItemPermalinkURL$>"
     </ItemPage>
    </Blogger>
   </script>

   <MainPage>
   <link rel="canonical" href="http://contoh.com/" />
   </MainPage>

   <Blogger>
    <ItemPage>
    <link rel="canonical" href="http://contoh.com/?blogger=<$BlogItemPermalinkURL$>" />
    </ItemPage>
   </Blogger>
 </head>

 <body>
  <MainOrArchivePage>
   <h1><a href="http://contoh.com/"><$BlogTitle$></a></h1>
  </MainOrArchivePage>
  <Blogger>
   <ItemPage>
    <h1><a href="http://contoh.com/?blogger=<$BlogItemPermalinkURL$>"><$BlogItemTitle$></a></h1>
    <$BlogItemBody$>
   </ItemPage>
  </Blogger>
 </body>
</html>
Pastikan kamu sudah mengganti “contoh.com” dengan alamat website kamu sendiri. Save template kamu.
Proses selanjutnya dalam langkah ini adalah membuat redirection dalam WordPress itu sendiri. Di sisi kiri layar wordpress klik Appearance –> Editor. Lalu di sebelah kanan layar cari functions.php kemudian klik. Proses ini akan load file functions.php kamu, sebuah bagian penting di blog wordpress kamu. Setelah file functions.php file terbuka, copy rangkaian kode di bawah ini SEBELUM tag penutup ?> yang ada di paling akhir text box. Sangat penting untuk memastikan rangkaian kode ini dimasukkan di tempat yang telah disebutkan tadi. Kalau tidak, bisa bikin blog kamu rusak. Sekali lagi, pastikan rangkaian kodenya dimasukkan tepat SEBELUM tag ?> terakhir di sebuah baris yang baru.
function blogger_query_vars_filter( $vars ) {
  $vars[] = "blogger";
  return $vars;
}
 
add_filter('query_vars', 'blogger_query_vars_filter');
 
function blogger_template_redirect() {
  global $wp_query;
  $blogger = $wp_query->query_vars['blogger'];
  if ( isset ( $blogger ) ) {
    wp_redirect( get_wordpress_url ( $blogger ) , 301 );
    exit;
  }
}
 
add_action( 'template_redirect', 'blogger_template_redirect' );
 
function get_wordpress_url($blogger) {
  if ( preg_match('@^(?:https?://)?([^/]+)(.*)@i', $blogger, $url_parts) ) {
    $query = new WP_Query ( 
      array ( "meta_key" => "blogger_permalink", "meta_value" => $url_parts[2] ) );
    if ($query->have_posts()) { 
      $query->the_post();
      $url = get_permalink(); 
    } 
    wp_reset_postdata(); 
  } 
  return $url ? $url : home_url();
}
Setelah menyimpan (save) semua perubahan tersebut, siapapun yang klik postingan di blog Blogspot lama kamu akan redirect ke postingan yang benar di blog baru kamu. Keren kan?
Jadi, selesai sudah! Sekarang blog kamu sudah dipindahkan dari Blogspot ke self-hosted wordpress dan juga di-redirect supaya kamu tidak kehilangan pembaca kamu dan tidak ada 2 versi blog yang  berbeda di internet.
Beberapa hal yang perlu diingat dalam proses ini:
  • Pertama, foto-foto dari blog Blogspot lama kamu belum dipindahkan ke WordPress. ketika pembaca melihat postingan lama kamu di blog baru, foto-fotonya akan terlihat normal. Namun kenyataannya, foto-foto tersebut masih tersimpan secara fisik di server Blogspot. Seharusnya ini tidak jadi masalah, dan pembaca kamu pun tidak akan tahu perbedaannya. Tapi ini artinya jangan sampai kamu menghapus akun Blogspot lama kamu!
  • Kedua, beberapa link dalam postingan lama kamu yang sudah ada di situs wordpress bisa jadi rusak. Kamu mungkin tidak akan tahu yang mana yang rusak. Jadi lebih baik kalau kamu periksa satu-satu link yang ada di postingan lama dan pastikan semuanya ok. Misalnya, dulu kamu membuat link ke postingan tertentu di Blogspot lama kamu….link tersebut akan masih ada waktu kamu transfer postingan itu ke WordPress. Seharusnya sih link-nya masih jalan, tapi kadang-kadang ada yang rusak. Bukan masalah besar, tapi lebih baik kalau dipastikan lagi link-nya jalan semua.
  • Ketiga, kami tidak bisa bantu kamu mengerjakan proses transfer ini. Banyak website yang meminta ratusan dolar untuk jasa pemindahan seperti ini, tapi kami sudah beberkan rahasianya di sini 🙂
  • Terakhir, jangan tergoda menggunakan jasa web hosting Indonesia yang murah kalau kamu memang serius ngeblog. Kami merekomendasikan Bluehost dengan satu alasan — mereka adalah hosting servis paling MURAH dan BAGUS yang ada saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar